Ditulis pada tanggal 28 June 2025

Pengelolaan keuangan menjadi ilmu yang penting dan diperlukan disemua kalangan, termasuk didalam rumah tangga. Peran pengelolaan keuangan dalam keluarga umumnya di Indonesia dipegang oleh Istri, namun pemahaman keuangan baiknya dipahami oleh suami juga. Karena suami sebagai pencari nafkah utama perlu mengetahui kebutuhan dan alokasi dari pendapatan utama dalam pekerjaan. Untuk memberikan pengetahuan yang cukup terkait pengelolaan keuangan rumah tangga, maka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Papua melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk membantu masyarakat di lingkungan sekitar Universitas Papua dalam melakukan kegiatan pengelolaan keuangan dalam rumah tangga.

Kegiatan kali ini menyasar para istri yang memiliki suami sebagai Polisi yang diketahui mempunya beban kerja yang tinggi, dengan gaji dan remunerasi yang tinggi juga. namun, keadaan inflasi ekonomi saat ini membuat pemasukan yang ada terasa kecil dan hampir tidak mencukupi. Permasalahan itu berdampak pada kesejahteraan keluarga, bahkan keharmonisan berumah tangga. akan tetapi, dengan adanya ilmu pengelolaan keuangan dalam rumah tangga bisa membantu suami-istri dalam mengantisipasi kesulitan ekonomi di masa yang akan datang.

Kegiatan dilaksanakan di Polsek Amban, yang terlekat di sekitar lingkungan Universitas Papua. Kegiatan ini mengajarkan kepada istri-istri polisi yang disebut ibu Bhayangkari terkait pengelolaan keuangan sederhana, yaitu pemahaman awal pengelolaan keuangan rumah tangga. Materi awal yang disampaikan adalah bahwa dalam rumah tangga, wajib ada pos-pos yang dibuat terhadap pengeluaran yg akan terjadi dalam sebulan. Pos-pos ini merupakan kesepakatan antara suami dan istri. Pemateri juga menyampaikan bahwa terdapat 4 manfaat mengatur keuangan, yaitu:

  1. mengontrol pengeluaran
  2. membantu dalam penggunaan uang yang dimiliki secara bijak
  3. mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi prioritas dalam pengeluaran
  4. membantu dalam mengatur pengeluaran yg tak terduga.

Materi selanjutnya yaitu terkait perencanaan, yang mana diberikan gambaran alokasi dana secara sederhana, seperti:

  1. Sedekah: maks. 10%
  2. Kredit: maks. 30%
  3. Asuransi: maks. 10%
  4. Investasi: maks. 20%
  5. Edukasi: maks. 10%
  6. Kebutuhan RT: < 60%
  7. Piknik: maks. 5%
  8. Hiburan: maks. 5%

Sebagai penutup presentasi, pemateri juga menyampaikan beberapa masalah keuangan keluarga, seperti boros, sulit menabung, hutang terlalu besar, investasi tidak maksimal/investasi bodong, dan terdapat biaya tak terduga.